Pendampingan Penerapan Model Kerja Work From Anywhere (WFA) untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan pada Perusahaan Startup
Keywords:
Work From Anywhere, produktivitas kerja, startup, fleksibilitas kerja, work-life balanceAbstract
Perkembangan transformasi digital telah membawa perubahan mendasar pada pola dan sistem kerja organisasi, salah satunya melalui penerapan konsep Work From Anywhere (WFA) sebagai bentuk fleksibilitas kerja modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan model kerja WFA terhadap tingkat produktivitas karyawan pada perusahaan rintisan di Indonesia dengan mempertimbangkan variabel fleksibilitas waktu kerja, efektivitas komunikasi berbasis digital, motivasi kerja, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yang mengombinasikan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada seratus lima puluh karyawan perusahaan startup dan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan lima manajer sumber daya manusia. Hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memiliki koefisien beta sebesar nol koma empat delapan, motivasi kerja sebesar nol koma tiga sembilan, dan work-life balance sebesar nol koma tiga lima, yang seluruhnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas karyawan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan angka nol koma enam dua dengan tingkat signifikansi kurang dari nol koma nol satu. Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif tersebut, di mana sebagian besar responden menyatakan adanya peningkatan efisiensi pelaksanaan tugas serta kepuasan kerja setelah penerapan model kerja WFA. Namun demikian, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa dampak WFA tidak bersifat seragam, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik jenis pekerjaan. Profesi yang bergerak di bidang teknologi dan industri kreatif menunjukkan peningkatan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi administratif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks kerja fleksibel dan merekomendasikan penerapan sistem kerja hybrid sebagai strategi adaptif untuk mengoptimalkan produktivitas tanpa mengabaikan tantangan komunikasi dan pengawasan dalam pelaksanaan kerja jarak jauh.
References
Choudhury, P., Foroughi, C., & Larson, B. Z. (2021). Work from anywhere: The productivity effects of geographic flexibility. Strategic Management Journal. Manuskrip diterbitkan. Studi ini menemukan peningkatan output 4,4% setelah transisi ke model kerja WFA di USPTO.
Barrero, J. M., Bloom, N., & Davis, S. J. (2021). Why working from home will stick. NBER Working Paper Series. Menyoroti dampak jangka panjang dan potensi produktivitas dari kerja jarak jauh.
Strandt, E. (2024). The role of remote work in enhancing employee productivity: Evidence from the US-based tech industry during the COVID-19 pandemic. Journal of Economics and Behavioral Studies, 16(3), 53–68. Studi berbasis survei 295 profesional IT menunjukkan peningkatan signifikan dan faktor kunci seperti work-life balance.
Barrero, J. M., Bloom, N., & Davis, S. J. (2023). How hybrid working from home works out. National Bureau of Economic Research. Menemukan pengurangan attrisi hingga 33% dan perubahan pola waktu kerja.
Bartik, A. W., Bertrand, M., Lin, F., Rothstein, J., & Unrath, M. (2021). The rise in remote work since the pandemic and its impact on total factor productivity. Bureau of Labor Statistics Beyond the Numbers. Menunjukkan korelasi positif antara remote work dan pertumbuhan produktivitas across 61 industri .
Singapore & NCBI team. (2022). Supporting the productivity and wellbeing of remote workers. BMJ Open. Menunjukkan persepsi positif terhadap kesehatan dan produktivitas dalam WFH.



